Lokasi Klinik Vulvitis Terbaik di Kelapa Gading Jakarta

klinik vulvitis terbaik di kelapa gading jakarta

Mengalami gejala vulvitis? Kunjungi klinik vulvitis terbaik di kelapa gading Jakarta untuk mengatasinya. Alat kelamin wanita dapat terkena berbagai jenis gangguan kesehatan. Selain gangguan keputihan yang merupakan masalah paling sering dialami oleh wanita, vagina juga dapat mengalami beberapa gangguan kesehatan seperti vaginitis dan vulvitis.

Vulvitis adalah sebuah kondisi peradangan yang terjadi pada vulva. Apa itu vulva? Vulva merupakan bagian Dari vagina yang sering salah dikenali sebagai vagina. Padahal vagina merupakan lubang atau saluran yang terletak di bagian lebih dalam sedangkan vulva merupakan bagian luar vagina. Vulva sendiri terdiri dari berbagai bagian yaitu 2 labia mayora, 2 labia minora, dan klitoris. Yang paling berisiko mengalami vulvitis ini adalah anak perempuan yang mengalami pubertas dan wanita yang mengalami postmenopause.

>>>Konsultasi Lebih Lanjut Klik Disini<<<

Pengertian Vulvitis

Vulvitis merupakan masalah kesehatan terjadi pada vulva berupa peradangan. Kondisi vulvitis dapat terjadi pada wanita berusia berapapun. Namun, yang paling berisiko mengalami vulvitis adalah wanita yang berusia muda dimana saatnya ia mengalami pubertas. Atau mereka yang sedang postmenopause. Postmenopause adalah sebuah fase dimana seorang wanita masih mengalami perubahan hormon setelah mengalami menopause. Kedua golongan wanita ini yang paling berisiko terkena vulvitis karena memiliki hormon estrogen yang rendah. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan jaringan pengering pada vulva menipis.

Vagina merupakan bagian tubuh yang paling mudah lembab. Itulah mengapa banyak bahaya yang mengintai vagina jika tidak dirawat dan dibersihkan dengan benar. Apalagi bagian vulva yang merupakan bagian vagina paling luar. Bagian ini paling mudah mengalami iritasi. Iritasi pada vulva dapat disebabkan oleh infeksi, luka, maupun reaksi akibat alergi. Iritasi inilah yang menyebabkan vulva mengalami peradangan. Kondisi peradangan pada vulvitis ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti keputihan dengan jumlah cairan yang terlalu banyak, maupun rasa gatal pada vagina yang terus menerus mengganggu.

klinik vulvitis terbaik di kelapa gading jakarta

Mengenal Gejala Umum Vulvitis

Vulvitis dapat dikenali dari gejalanya. Apa saja gejala yang menandai terjadinya vulvitis? berikut ini beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita vulvitis.

• Perih pada area vulva.
• Rasa nyeri yang muncul ketika buang air kecil maupun berhubungan seksual.
• Pada kulit vulva terdapat kulit pecah kecil.
• Kemerahan dan bengkak pada vulva atau bagian labia.
• Rasa gatal yang terus menerus terasa.
• Keputihan tidak normal.
• Vulva melepuh.
• Pada vulva terdapat bercak putih.

Gejala yang dialami oleh wanita bisa saja berbeda tergantung dari penyebab vulvitis yang dialami. Pada wanita yang mengalami vulvitis akibat infeksi jamur, biasanya akan mengalami gejala gatal parah dan keputihan kental seperti keju. Sedangkan vulvitis akibat infeksi bakteri dapat menimbulkan nyeri dan gatal pada kemaluan. Penderita juga akan mengalami keputihan dengan cairan berwarna keabu-abuan yang baunya amis. Jika penyebab vulvitis adalah virus penyebab infeksi menular seksual seperti herpes genital, maka gejala luka lepuhan bisa saja muncul. Mendeteksi vulvitis tidak cukup dari gejalanya saja. Perlu dilakukan diagnosis untuk mengetahui penyebab vulvitis yang dialami dengan bantuan dokter. Diagnosis vulvitis dapat Anda lakukan di klinik vulvitis terbaik di kelapa gading Jakarta.

Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan Vulvitis

Untuk mencegah terjadinya vulvitis dapat dilakukan dengan cara mengetahui penyebab vulvitis. faktor penyebab vulvitis di antaranya meliputi:

• Infeksi akibat jamur, bakteri, dan virus
Virus penyebab penyakit menular seksual herpes genital, kutil kelamin karena HPV (Human Papillomavirus) merupakan salah satu penyebab terjadinya peradangan pada vulva. Iritasi akibat gangguan kutu kemaluan maupun kudis juga dapat memicu terjadinya vulvitis.
• Penyakit menular seksual.
Penyebab yang satu ini perlu diwaspadai karena selain vulvitis, penyakit menular seksual dapat menyebabkan komplikasi lain juga telah menginfeksi vagina.
• Memiliki kondisi kulit tertentu, contohnya seperti eksim dan dermatitis.
• Kadar hormon estrogen dalam tubuh rendah.
• Menderita kanker vulva
Penderita kanker vulva dapat mengalami vulvitis dan menyebabkan gejala keputihan maupun gangguan rasa sakit di sekitar vulva.

Selain penyebab di atas, peradangan pada vulva ini juga dapat disebabkan oleh beberapa aktivitas berikut ini:
.
• Menggunakan kertas toilet berwarna yang menggunakan pengharum.
• Berenang di kolam renang yang airnya mengandung klorin.
• Penggunaan spermisida maupun pembalut wanita yang menyebabkan alergi.
• Mengenakan pakaian dalam yang ketat.
• Memakai baju renang basah dalam waktu lama.
• Reaksi iritasi terhadap penggunaan sabun pembersih organ intim.
• Prosedur douching vagina.
• Sering melakukan aktivitas bersepeda atau menunggang kuda.

Untuk mencegah terjadinya vulvitis, dapat dilakukan dengan cara mengganti pakaian secara rutin terutama saat berkeringat dan setelah berenang. Selain itu, membersihkan organ intim secara rutin juga merupakan hal yang penting dilakukan jika ingin organ intim terhindar dari gangguan kesehatan. Membersihkan organ kelamin dengan air hangat minimal sehari sekali dapat menjadi solusi dalam menjaga kesehatan organ kelamin. Jika penyebab dari vulvitis adalah alergi terhadap produk kebersihan untuk organ intim, maka hentikan penggunaan produknya sampai vulvitis sembuh. Sebaiknya ganti produk yang Anda gunakan dengan produk yang terbuat dari bahan yang aman. Untuk mengetahui penyebab vulvitis dan melakukan pengobatan yang tepat, silahkan lakukan pemeriksaan di klinik vulvitis terbaik di Kelapa Gading Jakarta.

klinik vulvitis terbaik di kelapa gading jakarta

Akibat Vulvitis Tidak Segera Diobati

Vulvitis dapat disembuhkan jika dilakukan perawatan serta pengobatan yang tepat. Jika tidak diobati, vulvitis dapat menyebabkan berbagai komplikasi, di antaranya adalah gangguan tidur yang terjadi akibat gatal-gatal pada vagina. Kondisi ini juga disebut sebagai pruritus atau kondisi dimana rasa gatal yang terasa di seluruh bagian tubuh. Selain dampak fisik yang mengganggu aktivitas dan kurang tidur, vulvitis juga dapat menyebabkan gangguan psikologis.

Seseorang yang mengalami vulvitis dapat menyebabkan rasa cemas yang dapat memicu gangguan psikoseksual. Vulvitis yang tidak ditangani dengan segera bahkan dapat menyebabkan kanker vulva. Untuk itu perlu dilakukan pengobatan dan perawatan yang tepat untuk menyembuhkan vulvitis sebelum menyebabkan komplikasi. Untuk pengobatan, sebaiknya serahkan pada dokter. Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan segera melakukan pemeriksaan untuk vulvitis.

>>>Konsultasi Lebih Lanjut Klik Disini<<<

Diagnosis dan Mengobati Vulvitis

Untuk pengobatan vulvitis, dapat dilakukan dengan menggunakan obat yang sesuai dengan penyebab vulvitisnya. Jika penyebabnya adalah bakteri dan jamur, maka dapat digunakan obat antijamur untuk menyembuhkannya. Sedangkan untuk mengatasi gejala rasa gatal yang mengganggu dapat dilakukan dengan menggunakan krim estrogen. Pengobatan dengan cara medis ini sebaiknya mengikuti resep dari dokter. Pasalnya kondisi akibat peradangan vulva pada setiap orang tidak selalu sama. Untuk itu diperlukan pemeriksaan dan diagnosis terlebih dahulu untuk mendeteksi penyebab dan memutuskan penanganan yang tepat terhadap vulvitis.

Diagnosis terhadap vulvitis dapat dilakukan di klinik dengan menjalani pemeriksaan fisik. tanda seperti vulva memerah dan mengalami pembengkakan dapat mengindikasikan seseorang terkena vulvitis. Namun untuk mendapatkan hasil yang pasti dapat dilakukan dengan cara menjalani pemeriksaan lanjutan. Menjalani tes urine, tes darah, maupun pap smear dapat dilakukan. Lakukan diagnosisnya di Klinik Utama Sentosa. Hubungi dokter kami di layanan hotline untuk melakukan reservasi sebelum melakukan pemeriksaan melalui nomor 081366657878.

194810cookie-checkLokasi Klinik Vulvitis Terbaik di Kelapa Gading Jakarta