Gejala Vulvitis Berdasarkan Jenisnya

gejala vulvitis

Gejala vulvitis sangat bervariasi dan tergantung dari penyebab peradangan yang terjadi. Vulvitis merupakan suatu kondisi yang menyebabkan vulva pada wanita mengalami peradangan. Vulva adalah lipatan kulit yang berada di paling luar organ kelamin wanita. Vulva pada wanita terdiri dari 2 labia atau bibir mayora, 2 labia minora, dan klitoris. Peradangan yang terjadi di vulva biasanya dikarenakan oleh kondisi kulit di daerah vulva yang lembab dan hangat.

Beberapa Gejala Vulvitis yang Dirasakan Penderitanya

Gejala vulvitis cukup bervariasi dan terkadang sulit dideteksi lebih cepat. Namun, Anda bisa mengetahui gejala umum yang paling utama, seperti keputihan yang tidak normal. Keputihan yang keluar akibat peradangan pada vulva muncul dengan bau tidak sedap, memiliki warna yang lebih pekat, dan keluar dalam jumlah yang banyak. Vulvitis memiliki jenis yang berbeda dan gejala yang ditimbulkan juga beragam. Gejala vulvitis berdasarkan jenis dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:

  • Vulvitis kandidiasis

Gejala vulvitis jenis ini dapat ditangani dengan pemberian obat anti jamur yang dioleskan di sekitar organ kelamin. Selain itu, dokter akan menyarankan konsumsi obat minum dalam bentuk tablet guna mengobati vulvivitis kandidiasis.

  • Vaginitis atrofik

Vaginitis atrofik akan membaik dengan melakukan terapi estrogen. Terapi ini menggunakan krim yang dioleskan di daerah vulva dan organ kelamin wanita dan diterapkan selama 1 sampai 2 minggu. 

  • Vestibulitis vulva

Pada dasarnya, vulvitis jenis ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan apapun. Namun, jika gejala vulvitis yang tak normal sudah mulai muncul maka segera atasi dengan mengoleskan krim anestesi di daerah vulva dan organ kelamin ketika akan melakukan hubungan seksual.

  • Dermatitis kontak

Penanganan vulvitis akibat dermatitis kontak adalah dengan menghindari paparan zat penyebab radang. Biasanya dermatitis kontak terjadi akibat penggunaan sabun pembersih organ kelamin. Karena itu, agar gejala vulvitis tidak muncul kembali, maka hindari penggunaan sabun yang akan menyebabkan iritasi pada organ kelamin.

Penanganan Tepat Peradangan Pada Vulva

Penyakit vulvitis akan ditangani bergantung pada faktor penyebabnya. Vulvitis yang disebabkan oleh infeksi, penanganan tepat yang dapat dilakukan adalah menggunakan obat antibiotik atau antijamur. Biasanya, dokter juga akan meresepkan salep untuk mengurangi rasa gatal dan iritasi pada vulva. Bila vulvitis terjadi akibat rendahnya hormon estrogen, maka dokter akan menyarankan pemakaian krim serta tablet yang mengandung hormon estrogen. Selain metode penanganan tersebut, untuk membantu penyembuhan pada peradangan yang terjadi dapat diterapkan beberapa pencegahan, meliputi:

  • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat.
  • Rutin mengganti celana dalam yang sudah basah atau lembab.
  • Tidak mencuci organ kelamin dengan sabun dengan kandungan parfum.
  • Bersihkan selalu organ kelamin dengan air hangat.
  • Hindari penggunaan pengaman atau kondom yang dilumasi spermisida.

Konsultasikan Segera dengan Klink Utama Sentosa

Penanganan terbaik pada gejala vulvitis adalah dengan berkonsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai jenis penyakit kulit dan kelamin di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter berpengalaman dan berkompeten di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis canggih serta modern.

Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan biaya sehingga pasien tidak perlu mengkhawatirkan uang yang harus dikeluarkan. Sebelum menentukan untuk melakukan perawatan, pasien dapat berkonsultasi secara online guna mengetahui penyebab penyakit serta jenis perawatan yang cocok untuk dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 0813 6665 7878.

56370cookie-checkGejala Vulvitis Berdasarkan Jenisnya