Mengenal Gejala Vaginitis bersama Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa

Mengetahui gejala vaginitis bersama Klinik Utama Sentosa penting agar tindakan medis yang diperlukan segera dilakukan. Hal ini penting karena, sebagian besar wanita terganggu dan menggeliat, entah di kursi atau tidur karena ada sesuatu yang terasa terus mengganjal di dalam sana. Ketidaknyamanan itu diiringi oleh aliran lendir yang beda dari biasanya, disertai aroma tak sedap dan mungkin rasa gatal yang terus mendesak untuk digaruk.

Mengenal vaginitis

Sebelum mengetahui apa saja gejala vaginitis bersama Klinik Utama Sentosa, perlu diketahui bahwa vaginitis adalah kondisi peradangan yang menyebabkan vagina menjadi bengkak, gatal, perih, atau infeksi. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri, jamur, parasit, atau virus dengan penyebab paling umum teridentifikasi adalah bacterial vaginosis, trichomoniasis, infeksi jamur, dan vaginitis non infeksius.

Jenis vaginitis

Vaginitis biasanya dipakai sebagai ‘nama besar’ untuk penyakit yang umum ditemui yaitu sebagai berikut.

:. Vaginosis bakteri.

:. Infeksi “ragi” atau Candida

:. Chlamydia.

:. Gonore.

:. Reaksi atau alergi (vaginitis non-infeksi).

:. Trikomoniasis.

:. Vaginitis virus.

Penyakit-penyakit ini sangat sulit diidentifikasi secara pasti karena cenderung mirip antara satu dengan yang lain. Selain itu, infeksi kuman penyebabnya tidak langsung memberi gejala spesifik sehingga diagnosis penyakit kadang meleset.

Gejala vaginitis

Gejala vaginitis biasanya diidentifikasi dari tanda-tanda antara lain keputihan yang muncul dari vagina  dengan warna tidak lazim, aneh dan aroma tidak sedap, gatal, iritasi, disertai rasa tidak nyaman di sekitar area yang terinfeksi, rasa sakit saat kencing dan pada saat berhubungan seksual, dan kadang timbul pendaran di luar masa haid. 

Bersama Klinik Utama Sentosa, gejala vaginitis yang umum akan lebih spesifik bila dilihat dari jenis vaginitis yang terjadi dengan gejala khususnya. Dua penyebab paling umum yang memicu vaginitis adalah adalah ulah organisme yang menghuni vagina.

Sementara infeksi ragi dipicu oleh pertumbuhan ragi pada vagina secara berlebih, vaginosis bakteri terjadi karena ketidakseimbangan jumlah antara bakteri baik dan bakteri jahat pada vagina. Gejala yang diperlihatkan oleh keduanya juga cenderung  mirip yakni sekresi yang warnanya putih atau keabu-abuan. Untuk membedakan keduanya, jika keputihan disertai bau amis, berarti akibat vaginosis bakteri, sementara jika keputihan tampak seperti keju cottage atau ampas tahu,  itu artinya infeksi jamur yang pantas disalahkan. Informasi lebih lengkap bisa Anda dapatkan di Klinik Utama Sentosa.

Selain jenis vaginitis di atas, tanda-tanda berikut dianggap juga sebagai gejala vaginitis yaitu rasa gatal dan sensasi terbakar pada vagina bisa terjadi akibat alergi atau iritasi terhadap bahan seperti, deterjen, douches, pelembut kain, sabun wangi, spermisida, semprotan vagina, atau juga karena kadar hormon yang rendah akibat menopause.

engan demikian, apabila timbul gejala tertentu pada organ kelamin Anda, segeralah konsultasikan dengan dokter agar mendapat diagnosis yang pasti terkait penyakit Anda. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya faktor yang bisa menyebabkan vaginitis. Penanganan khusus terhadap vaginitis dapat Anda peroleh di Klinik Utama Sentosa. Salah satu klinik ternama dan terpercaya di Jakarta. Anda juga bisa menghubungi kami di nomor 081366657878 atau dengan melakukan konsultasi secara online dengan petugas kesehatan kami.

222080cookie-checkMengenal Gejala Vaginitis bersama Klinik Utama Sentosa