Jerawat di Vagina? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Jerawat di vagina klinik utama sentosa

Jerawat di vagina di Klinik Utama Sentosa bisa disembuhkan secara cepat dan aman tanpa efek samping. Umumnya jerawat tumbuh di kulit wajah, tetapi tidak bisa tumbuh di tempat lain. Ada orang yang wajahnya bersih dari jerawat tetapi badan, terutama kulit punggung dipadati jerawat. Jerawat juga bahkan bisa tumbuh di vagina. Pengobatan jerawat di vagina di Klinik Utama Sentosa sangat terpercaya sehingga bisa menjadi solusi bagi Anda yang sedang membutuhkan kesembuhan.

Mungkin Anda akan bertanya-tanya, mengapa ada tumbuh jerawat di vagina. berikut ini beberapa alasan munculnya jerawat di vagina.

Ingrown hair

Rambut vagina yang sering dicukur bisa memicu apa yang disebut ingrown hair atau rambut yang tumbuh ke dalam. Akibatnya bisa timbul bintik-bintik termasuk jerawat. Terlebih bila rambut vagina tercabut tanpa sengaja saat bercukur atau pori-porinya iritasi akibat alat cukur. Ketika kulit vagina memulihkan diri dari iritasi atau rambut tercabut tersebut, folikel rambut akan terbawa dan memicu munculnya kantong kecil berupa jerawat. Penyebab ini bisa di atasi dengan datang mendapatkan perawatan jerawat di vagina di Klinik Utama Sentosa.

Keringat

Penyebab paling umum tumbuhnya jerawat di vagina adalah keringat. Area selangkangan yang berkeringat karena aktivitas bisa memicu bakteri yang menyebabkan pori-pori keringat meradang. Peradangan pada pori-pori keringa itulah yang kemudian menumbuhkan kantung-kantung kecil berisi cairan berupa nanah. Masalah jerawat di vagina akibat keringat ini bisa diatasi dengan memilih pakaian dalam yang bisa menyerap keringat.

Jarang mengganti pembalut

Salah satu penyebab munculnya vagina di jerawat adalah pembalut yang sering dibiarkan meski sudah penuh dengan cairan darah. Pembiaran ini bisa memicu kelembaban kulit dan jika terjadi iritasi pada bagian tersebut, bakteri dengan mudah akan memicu timbulnya berbagai gangguan termasuk jerawat di vagina.

Celana dalam yang ketat

Area vagina dan sekitarnya yang terbungkus rapat dengan celana dalam yang ketat akan menghambat sirkulasi udara yang bisa menyebabkan keringat serta iritasi akibat gesekan antara celana dalam dengan kulit. Area yang iritasi dan berkeringat ini menjadi area berkumpulnya bakteri yang kemudian memicu munculnya jerawat di vagina.

Siklus hormonal

Hormon progesteron bisa juga menjadi biang munculnya jerawat di vagina. Dinamika hormon tersebut pada perempuan bisa memicu berkumpulnya lemak pada pori-pori kulit. Pori-pori ini akan meradang dan selanjutnya akan tumbuh jerawat di sekitar vagina.  

Akibat konsumsi makanan tertentu

Makanan-makanan yang punya kandungan lemak tinggi macam margarin dan mayones bisa memicu jerawat di vagina bila sering dikonsumsi. Lemak dari makanan macam itu akan terakumulasi pada pori-pori kulit yang kemudian memicu munculnya jerawat di vagina.

Reaksi alergi

Alergi terhadap makanan tertentu juga bisa tampak dalam bentuk jerawat di vagina. reaksi alergi yang biasa dijumpai bisa berupa kulit meradang atau muncul bisul kecil seperti jerawat. Bila jerawat di vagina dipicu oleh alergi terhadap makanan tertentu, Anda perlu mencari tahu makanan apa yang dikonsumsi beberapa hari terakhir.

Penyakit menular seksual

Beberapa jenis penyakit menular seksual memiliki gejala berupa bintik-bintik di sekitar alat kelamin. Bintik-bintik tersebut bisa juga tampak seperti jerawat. Penyakit menular seksual tersebut misalnya, sifilis, herpes, molluscum contagiosum dan sebagainya.

Jika muncul jerawat di kemaluan dan Anda tidak mampu mengatasinya atau jerawat yang disertai gejala mencurigakan, segera kunjungi kami untuk mengatasi jerawat di vagina di Klinik Utama Sentosa. Penanganan terhadap jerawat di vagina di Klinik Utama Sentosa bisa Anda dapatkan dengan datang langsung ke tempat kami. Anda juga bisa mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan petugas medis kami secara online atau dengan menghubungi kami di nomor 081366657878.

240090cookie-checkJerawat di Vagina? Ini Kemungkinan Penyebabnya