Ini Dia, Keputihan Wanita dan Cara Mengatasinya Klinik Utama Sentosa

Penyebab keputihan wanita dan cara mengatasinya Klinik Utama Sentosa jika melakukan pemeriksaan bersama dokter. Keputihan terdiri dari cairan organ kekamin dan lendiri serviks. Keluarnya cairan keputihan sendiri merupakan salah satu fungsi tubuh yang normal dan membantu menjaga agar organ kelamn tetap sehat. Biasanya, setiap wanita akan mengalami kondisi keputihan yang berbeda-beda. Jika cairan keputihan yang keluar tidak normal maka bisa mengindikasikan adanya infeksi dalam tubuh.

>>>Konsultasi Lebih Lanjut Klik Disini<<<

Jenis Jenis Keputihan Wanita yang Perlu Diketahui

Pengertian keputihan wanita dan cara mengatasinya Klinik Utama Sentosa bisa diketahui jika penyebab sudah diketahui. Jenis keputihan yang normal bisa berwarna putih ke kuning, bertekstur tebal hingga berlendir. Hal ini bergantung pada kondisi kesehatan dan waktu pemeriksaannya. Beberapa jenis keputihan berdasarkan waktu ovulasi, yakni berupa:

  • Keputihan bertekstur kering

Jenis keputihan kering biasanya berwarna pucat dan terjadi selama masa tidak subur dalam sebulan atau tujuh hari sebelum dan sesudah siklus haid. Selain itu, peluang kehamilan pada kondisi keputihan ini juga cenderung akan menurun.

  • Keputihan bertekstur putih telur

Ketika masa ovulasi, biasanya wanita akan mengalami cairan keputihan yang bertekstur licin. Kondisi ini merupakan tanda ovulasi yang baik terutama jika wanita berencana untuk hamil

  • Keputihan jernih dan berair

Keputihan yang bertekstur jernih dan encer atau berair bisa datang kapan saja setiap bulan. Jenis keputihan ini biasanya termasuk yang paling normal dan terjadi setelah menjalani sesi olahraga berat.

  • Keputihan berwarna kuning

Warna kuning pada keputihan biasanya menandakan adanya infeksi. Cairan keputihan jenis ini juga akan bertesktur tebal dan berbau busuk. Kondisi ini sering mengindikasikan penyakit trikomoniasis yang merupakan infeksi menular seksual.

Simak, Begini Cara Mengatasi Masalah Keputihan Pada Wanita

Dokter akan mendiagnosis penyebab penyakit ini dengan konsultasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Dokter akan menanyakan gejala apa yang sering dirasakan, sejak kapan mulai keputihan, dan obat yang sering dikonsumsi. Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengurangi rasa gatal akibat keputihan. Untuk itu, berikut beberapa hal yang dapat diterapkan agar terhindar dari keputihan.

  • Membersihkan kemaluan tanpa sabun

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan wanita adalah membersihkan area intim menggunakan sabun. Padahal hal itu yang justru dapat mengundang bakteri masuk melalui sabun yang digunakan.

  • Membersihkan kemaluan dari arah yang benar

Kebiasaan membersihkan organ kelamin wanita dari arah belakang ke depan akan bisa menyebabkan bakteri berpindah dan memicu keputihan tidak normal. Cara yang paling tepat untuk membersihkan organ intim adalah dari arah depan ke belakang.

  • Keringkan sekitar kelamin dengan handuk

Setelah buang air kecil ataupun besar, sebaiknya segera bersihkan dengan menggunakan handuk bersih atau tisu kering. Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri berkembang biak karena keadaan organ kelamin yang lembab.

  • Pilihlah celana dalam yang tepat

Pemilihan celana dalam yang tepat dapat membantu mengurangi keputihan berlebih atau tidak normal. Celana dalam yang disarankan untuk kenyamanan organ kelamin adalah yang berbahan dasar katun.

>>>Konsultasi Lebih Lanjut Klik Disini<<<

Segera Tangani Masalah Keputihan Bersama Klinik Utama Sentosa

Gejala keputihan wanita dan cara mengatasinya Klinik Utama Sentosa lebih lanjut bisa diketahui dengan pemeriksaan bersama dokter ahli. Klinik Utama Sentosa adalah salah satu klinik spesialis yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, maka dapat berkonsultasi langsung atau segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 0813 6665 7878.

395360cookie-checkIni Dia, Keputihan Wanita dan Cara Mengatasinya Klinik Utama Sentosa