Gejala Penyakit Herpes Kulit Pada Anak

penyakit herpes kulit pada anak

Penyakit herpes kulit pada anak merupakan kondisi lanjutan dari penyakit cacar air. Seseorang yang pernah terkena cacar air umumnya akan lebih rentan terkena penyakit herpes zoster atau herpes kulit. Penyakit herpes yang satu ini berbeda dengan penyakit herpes kelamin yang umumnya menginfeksi orang dewasa.

Penyakit herpes kulit pada anak biasanya dapat menular melalui kontak fisik. Jadi, yang dapat terinfeksi virus penyebab penyakit herpes kulit tidak hanya anak-anak, namun juga orang yang di sekitarnya. Berbeda dengan penyakit herpes genital yang umumnya menular melalui aktivitas berhubungan seksual. Penyakit herpes kulit lebih sering mengintai orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah. Orang yang berusia lanjut, wanita hamil, dan anak-anak merupakan yang paling berisiko mengalami penyakit herpes kulit. Pasalnya, penyakit ini juga lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria.

>>>Konsultasi Lebih Lanjut Klik Disini<<<

Seperti Apa Ciri Ciri Penyakit Herpes Kulit?

Penyakit herpes kulit pada anak atau herpes zoster merupakan penyakit cukup berbahaya jika dibiarkan tanpa pengobatan. Penyakit ini juga dikenal dengan cacar api atau cacar ular. Penyebab penyakit herpes ini adalah virus varicella zoster. Penyakit ini dapat menular berbagai cara, Dan untuk mencegah penularannya, Sebaiknya Anda kenali ciri-ciri penyakit herpes kulit ini.

• Bintil seperti cacar air
Salah satu ciri penyakit herpes kulit adalah munculnya bintil yang seperti cacar air. Luka ini biasanya muncul pada salah satu sisi tubuh. Lukanya dapat muncul di sisi tubuh kiri saja, atau sebelah kanan saja.
• Bintilnya berkumpul di satu spot
Biasanya bintil hanya akan muncul di satu bagian tubuh dimana bintilnya dapat pecah jika terkena tekanan, dan ini dapat menyebabkan luka bintil berubah menjadi koreng.
• Jaringan sekitar bintil menjadi bengkak.
• Setelah muncul bintil, di sekitar bintilnya mengalami pembengkakan sehingga menyebabkan rasa nyeri jika disentuh.
• Bintil yang muncul akibat herpes akan berkembang menjadi luka lepuh, luka ini berisi cairan yang jika pecah dapat menyebabkan rasa sakit.
• Luka lepuh akan pecah dan menjadi luka koreng yang jika diberikan perawatan yang tepat dapat mengering dan sembuh.
• Jika bintil penyakit herpes muncul di sekitar mata, maka dapat mengganggu penglihatan.

Ketika Anda menemukan atau mengalami ciri-ciri penyakit herpes kulit di atas, maka segeralah kunjungi dokter. Jika gejala penyakit herpes kulit pada anak-anak, maka Anda membutuhkan usaha lebih untuk mengobatinya. Pasalnya penyakit herpes kulit menyebabkan rasa sakit atau nyeri yang dapat menyebabkan anak rewel. Selain itu, memberikan perawatan pada gejala penyakit herpes kulit pada anak cenderung lebih sulit karena anak-anak terkadang lupa untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan lukanya semakin parah. Ada baiknya untuk menutupi luka akibat herpes kulit untuk menghindari penularan. Pasalnya penyakit herpes kulit ini bisa ditularkan melalui berbagai hal. Dari mulai kontak fisik dengan penderita hingga melalui udara. Aktivitas batuk maupun bersin dapat menyebarkan virus penyebab penyakit herpes kulit.

penyakit herpes kulit pada anak

Apakah Penyebab Herpes Kulit Pada Anak?

Penyakit herpes kulit pada anak disebabkan oleh adanya virus varicella zoster yang dapat menyebar melalui udara. Anak-anak terutama bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Hal ini membuat virus penyakit herpes kulit lebih mudah menginfeksi. Selain penyebab utama berupa virus, ada juga beberapa faktor pemicu terjadinya penyakit herpes kulit pada anak-anak, maupun orang dewasa. Berikut beberapa faktor pemicu penyakit herpes kulit.

Berusia lanjut
Seiring bertambahnya usia, penyakit herpes kulit ini semakin berisiko besar menginfeksi. Pada dasarnya, virus penyebab cacar air tidak sepenuhnya hilang meskipun gejalanya telah sembuh. Virus ini bertahan di tubuh sekitar saraf dan dapat aktif bahkan setelah beberapa tahun setelahnya.

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Faktor pemicu penyakit herpes kulit lainnya adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain bayi, orang yang terkena penyakit HIV AIDS juga berisiko terkena penyakit herpes zoster. Begitu pula dengan penderita kanker serta orang yang mengonsumsi obat tertentu, contohnya obat kortikosteroid.

Penyakit herpes kulit pada anak-anak harus segera diatasi karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu komplikasi yang dapat disebabkan oleh penyakit herpes zoster adalah postherpetic neuralgia. Yaitu rasa nyeri akibat penyakit herpes kulit yang bahkan masih terasa setelah gejalanya telah lama sembuh. Gangguan nyeri ini dapat bertahan hingga berbulan-bulan dan biasanya terjadi pada penderita yang berusia 60 tahun ke atas. Waspada jika bintil akibat penyakit herpes zoster muncul di sekitar mata. Penderitanya dapat mengalami gangguan penglihatan bahkan hingga kebutaan. Pasalnya virus penyakit herpesnya telah mulai menginfeksi sistem saraf mata dan saraf lainnya. Jika virusnya telah mengenai saraf otot, maka dapat menyebabkan melemahnya otot akibat peradangan yang terjadi pada saraf otot. Komplikasi yang tak kalah berbahaya adalah infeksi bakteri yang terjadi akibat luka lepuh yang pecah dimasuki oleh bakteri. Itulah mengapa perawatan terhadap gejala penyakit herpes kulit sangatlah penting. Jika tidak diberikan perawatan yang tepat, gejalanya dapat semakin parah akibat terjadinya komplikasi.

penyakit herpes kulit pada anak

Solusi Mengatasi Herpes Kulit Pada Anak

Untuk menghindari komplikasi akibat penyakit herpes, maka sebaiknya Anda simak solusi mengatasi penyakit herpes pada anak berikut ini.

• Memeriksakan anak ke dokter. Salah satu solusi untuk mengatasi penyakit herpes kulit pada anak dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Jika Anda menemukan gejala penyakit herpes pada anak, maka jangan tunggu hingga gejalanya parah. Segera kunjungi dokter untuk berkonsultasi sehingga dapat segera memberikan tindakan pengobatan.
• Memberikan obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang muncul akibat penyakit herpes. Pemberian obat pereda nyeri sebaiknya dilakukan dalam pengawasan dokter. Pasalnya memberikan obat dalam dosis yang berat pada anak di bawah umur dapat menyebabkan sindrom reye yang berbahaya.
• Menggunakan cara yang bisa dilakukan di rumah seperti menggunakan es untuk meredakan pembengkakan juga bisa Anda lakukan.
• Hindari Anak memakan makanan yang asin dan asam, seperti tomat. Pasalnya makanan tersebut dapat membuat luka herpes kulit terasa lebih sakit.
• Berikan makanan yang lembut dan dingin pada anak.
Menggunakan salep pereda nyeri yang dapat dioleskan pada bagian luka penyakit herpes. Sama halnya dengan pereda nyeri yang dikonsumsi, penggunaan obat salep juga sebaiknya mengikuti resep dokter.
• Konsumsi lebih banyak cairan karena penderita penyakit herpes kulit umumnya lebih mudah mengalami dehidrasi. Jika penyakit herpes kulit pada anak bayi, maka ibu dapat memberikan ASI yang cukup.
• Selalu ingatkan anak agar tidak menyentuh luka akibat penyakit herpes kulit.

>>>Konsultasi Lebih Lanjut Klik Disini<<<

Itu dia beberapa solusi dalam mengatasi penyakit herpes kulit pada anak. Pengobatan herpes lebih disarankan untuk dilakukan mengikuti resep dokter. Untuk mengetahui langkah perawatan lain untuk gejala penyakit herpes kulit, silahkan kunjungi Klinik Utama Sentosa. Ketika Anda memiliki kekhawatiran terkait penyakit herpes kulit, Anda bisa hubungi dokter kami untuk berkonsultasi di nomor 081366657878.

201610cookie-checkGejala Penyakit Herpes Kulit Pada Anak